


31 Oktober 2025
Seminar Terbuka bertajuk “DARI TANAH HINGGA KOTA: MEWUJUDKAN WARISAN MELALUI ILMU DAN INOVASI” sudah dilaksanakan tanggal 31 Oktober 2025. Kegiatan ini mengundang pihak PII (Profesi Insinyur Indonesia), IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Jawa Barat, IATS (Ikatan Alumni Teknik Sipil), IAAU (Ikatan Alumni Arsitektur UNPAR), serta para alumni Fakultas Teknik. Seminar ini merupakan rangkaian acara penghargaan kepada para Dosen Purna Bakti di lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan. Beliau-beliau menjadi narasumber yang menyajikan hasil refleksi keilmuan selama mengabdi di UNPAR. Kegiatan ini turut menjadi tonggak legitimasi formal atas estafet ilmu pengetahuan yang sangat bernilai bagi institusi dan publik luas.
Seminar ini diharapkan mampu mendorong pemikiran kritis dan pertukaran ide yang kaya. Harapannya, seminar ini tidak hanya membangkitkan penghargaan terhadap perjalanan karier dosen purna bakti, tetapi juga memicu gagasan baru dan kerjasama yang bermakna di kemudian hari.
Dalam seminar ini, Ir. Bambang Adi Riyanto, M.Eng. memaparkan pengembangan keilmuannya di bidang Sumber Daya Air. Dr. Ir. Yohanes Karyadi Kusliansjah, M.T. membahas eksplorasi panjangnya dalam arsitektur perkotaan. Dr. Ir. Kamal A. Arif, M.Eng. mengangkat tema Citra dan Arsitektur Kolonial di Banda Aceh. Ir. Charles Sudianto Aly, M.T. menampilkan pagelaran karya lukisannya sebagai bentuk kontribusi seni dalam dunia teknik dan arsitektur. Sementara itu, Ir. Alexander Sastrawan, M.S.P. dan Ir. Siska Rustiani Irawan, M.T. berbagi pengalaman dan refleksi selama masa pengabdian mereka sebagai pengajar di UNPAR.
Sebagai momen apresiasi dan kebersamaan, acara disemarakkan dengan penampilan musik dari Fakultas Teknik dan pemberian penghargaan simbolis kepada para narasumber. Penghargaan ini bukan hanya penghormatan formal, tetapi juga perwujudan rasa terima kasih atas pengabdian panjang yang menorehkan perubahan dalam budaya akademik dan kehidupan banyak orang. Di masa mendatang, kesadaran akan pentingnya peran dosen senior bisa terus dirawat melalui dialog terbuka dan kolaborasi berkelanjutan.






