Mahasiswa Arsitektur Unpar Raih “Participants Favourites” di Archiprix International 2017

Kabar baik datang dari Ajang Archiprix International. Karya Reynaldo Theodore, mahasiswa arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), terpilih sebagai salah satu pemenang kategori Participants FavouritesWorld’s Best Graduation Projects, dalam kompetisi Archiprix International 2017, yang diselenggarakan di Ahmedabad, India. Karya ini menjadi satu-satunya karya Indonesia yang masuk ke dalam best graduation project tingkat dunia.

Reynaldo, yang didukung oleh Dennis Cahya Indra, mengambil tema lokal, yang diberi judul “Atlas of Sunda”. Karya mereka terinspirasi oleh kebutuhan manusia akan air, di mana pada masa kini, semakin banyak masyarakat yang terkena krisis air. Tujuan proyek ini adalah menghindari krisis air di masa depan, dengan menjadikan Kota Bandung sebagai acuan. Hal ini dilakukan dengan sistem bernama “Atlas”, yang akan mengelola ketersediaan air untuk kota tertentu. Mereka menyatakan bahwa sistem ini akan bisa diduplikasi dan digunakan oleh berbagai kota di seluruh dunia, terutama di tempat-tempat dengan akses air bersih yang sulit.

Dengan membawa tema lokal yang sangat kental, desain yang Reynaldo kembangkan sangat relevan dengan visi Unpar, yaitu mengembangkan potensi lokal pada tataran global demi peningkatan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan.

Karya Reynaldo sebelumnya diikutsertakan dalam Studio Akhir Arsitektur (SAA) Awards, kompetisi dalam lingkungan Program Studi Arsitektur Unpar. Ajang rutin tahunan ini mengapresiasi karya mahasiswa Unpar dalam tahap SAA, juga berguna untuk mengevaluasi mutu dan kualitas karya perancangan arsitektur yang didesain oleh mahasiswa secara berkala. Meskipun berada dalam lingkup internal, kompetisi ini mengundang juri dari Indonesia, yaitu dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), maupun dunia internasional.

Archiprix International sendiri merupakan kompetisi dua tahunan, yang melombakan berbagai karya terbaik dari seluruh dunia. Archiprix International tahun ini diikuti oleh lebih dari 400 universitas dan perguruan tinggi yang mencakup Benua Asia, Afika, Amerika, Eropa, dan Australasia, termasuk dari Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh yayasan Archiprix, organisasi non-profit yang merupakan kerjasama dari berbagai institusi pendidikan tinggi arsitektur, arsitektur lanskap, dan desain urban di Belanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *